Senin, 12 Maret 2012

Eksperimen Homebrew T2FD 14Mhz (Lanjutan)

The T2FD (Tilted Terminated Folded Dipole) is a general-purpose shortwave antenna developed in the late 1940s by the United States Navy.[1][2] It performs reasonably well over a broad frequency range, without marked dead spots in terms of either frequency, direction, or angle of radiation above the horizon.
Although inferior in electrical terms [3] to antennas specifically designed for given frequency bands, or optimized for directionality, its all-around performance, relatively modest size, low cost, and the fact that it does not require any complex electronic matching to operate with a standard shortwave transmitter, have made it popular in professional shortwave communications.
Also, since the late 1980s, amateur radio operators and hobby shortwave listeners have 'rediscovered' this antenna, especially for broadcast receiving and for amateur two-way modes such as Morse Code and PSK31 where brute force performance is not as important as a 'steady' signal. There have also been (disputed) claims that this antenna is comparatively insensitive to man-made radio interference, making it useful in urban environments, where a low noise floor is often more beneficial than high received signal strength. The T2FD is useful for hidden indoor systems, or where several optimised frequency-specific antennas cannot be accommodated. For example: an indoor antenna only 7 metres long will allow operation on all amateur HF bands above 14 MHz on transmit, and down to 7 MHz on receive.

Eksperimen Sebelumnya lihat KLIK disini :

Meneruskan eksperimen yang GAGAL tempo hari, antena T2FD yang direncanakan bekerja pada 14.00mhz s/d 14.150 Mhz (hanya ini alokasi sesuai UU.untuk kelas YC di 14Mhz).ternyata meleset dari yang direncanakan, maka pada kesempatan ini eksperimen tsb dilanjutkan kembali.

Analisa kegagalan eksperimen tempo hari disebabkan pemakaian balun yang kurang tepat sehingga tidak didapatkan resonansi yang sesuai. Hasil pencarian di google didapat gambar Balun 6:1 seperti gambar dibawah ini:






Setelah dibuatkan Balun seperti gambar, antena dirakit kembali , dengan memakai Resistor 680Ohm 5 watt yang di paralel maka di peroleh Resistor sekitar 300Ohm.(R-terminator)


 
 Resistor 680Ohm 2x diparalel jadi 340Ohm/5watt dan BALUN Homebrew 6:1



Antena T2FD 14Mhz yang telah selesai dirakit siap untuk dipasang


Feedpoit 3m dari ground sementara Tune di dalam rumah karena Cuaca Buruk/Hujan Gluduk


Antena T2FD 14Mhz yang telah terpasang dilakukan tune untuk melihat SWR terendah



 SWR terendah didapat dari 13.900Mhz s/d 14.700 Mhz


Pada Frekeunsi 14.300 Mhz di peroleh SWR yang rendah.



Implementasi
Pemasangan antena dilaksanakan pada hari minggu 11 maret 2012, sore hari cuaca mendukung cukup cerah, menggunakan pipa 1inch (1/4Lambdah untuk 14Mhz) feedpoit dipasang pada top pipa, bentangan sisi kiri kanan dibuat inverted-V , ujung bentangan diikat di tembok seadanya sekitar 2m dr tanah. Setelah pemasangan selesai, dilakukan ujicoba memancar, bandwidth cukup lebar dari 13,900mhz- 14.200mhz, SWR 1:1, ternyata dari 14.200- 14.700mhz eehh..malah SWR zender/tilem/bobo.
Karena waktu sudah masuk magrib...maka eksperimen diakhiri  segera turun dari atap rumah pas berkumandang adzan magrib. Sambil menikmati secangkir teh hangat..mencoba monitor di 14,275..ada stasiun JA lg CQ signal cukup bagus 5-7 dengan level noise cukup rendah. Monitor Nusantara-Net di 7.055Mhz, low noise dengan signal 59

next...Eksperimen T2FD untuk 40m ..sudah dicorat-coret ...balun yg dipakai sekitar 16:1 dan Resistor yang dipakai sekitar 900ohm (10Kohm 11 biji diparalel) atau 800ohm (8,2Kohm diparalel 10biji)...to be Continued !!! smoga cuaca cerah mendukung !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar