Rabu, 02 Januari 2019

Membuat X-Wing Antena Untuk Satellite Low Orbit

Membuat X-Wing Antena Satelit

Satelit Amatir Radio banyak sekali bertebaran diangkasa. Suatu kepuasaan tersendiri bagi mereka yang senang menerima pancaran komunikasi radio melalui Satelit Radio Amatir, seperti Satelit  LAPAN A2/ORARI (IO86) , SO-50, Athenoxat-1, pancaran radio berupa signal CW, Beacon, Voice, dll.

Untuk dapat menerima pancaran sinyal radio dari Satelit Radio Amatir, dibutuhkan suatu Antena yang dibuat khusus untuk menerima pancaran signal radio dari Satelit. Banyak ragam jenis antena untuk menerima signal radio dari satelit, seperti QFH antena, Moxon, CrossBand Yagi, X-Wing antena , dll.

Pada kesempatan kali ini, saya melakukan eksperimen membuat antena penerima signal radio X-Wing antena. Di search engine banyak sekali model dan jenis dari antena ini. Saya mengambil teori dasar antena ini dari Turnstile. Antena ini simple saja, hanya cross Dipole biasa saja. Diakhir minggu dipenghujung tahun 2018 saya membuat antena ini. Dan diuji coba untuk menerima pancaran signal radio pada Awal Tahun 2019.

Hasilnya cukup baik dan memuaskan :
1. Menerima pancaran Voice dari Satelit LAPAN A2/ORARI (IO86) pada 01 Januari 2019, antena dapat mulai menerima signal voice dari YD0NXX pada 8deg AoS dan signal melemah dan hilang pada 4deg LOS.

2. Menerima Beacon Satelit Athenoxat-1.


Next eksperimen saya akan membuat antena X-Wing pada Frekuensi VHF, untuk melakukan komunikasi melalui satelit.





Prototipe untuk melihat kinerja fungsi antena

Material Alumunium 



Kabel RG58 dan Kabel RG59/75Ohm

Cross Dipole RHCP 

Pemasangan Kabel Selesai






50Ohm pada Batas Frekuensi Bawah 415MHz 




X-WING Antena
  


Rekaman Audio Penerimaan Voice Repeater Satelit LAPAN A2/ORARI (IO86) 
menggunakan X-WING Antena 01 Januari 2019


















Minggu, 04 November 2018

Station JOTA Kwarcab Kab.Bogor YC1ZOF

Jambore On The Air (JOTA) Oktober 2018 saya berpartisipasi memberikan materi Pengenalan Komunikasi  Satelit LAPAN/A2 ORARI IO86 di Station JOTA Kwartir Cabang/Kwarcab  Kab.Bogor YC1ZOF.

Peserta Pramuka yang mengikuti materi Pengenalan Komunikasi  Satelit LAPAN/A2 ORARI IO86 di Station JOTA Kwartir Cabang/Kwarcab  Kab.Bogor YC1ZOF sebanyak 226 orang.

Selesai memberikan materi Pengenalan Komunikasi  Satelit LAPAN/A2 ORARI IO86 di Station JOTA Kwartir Cabang/Kwarcab  Kab.Bogor YC1ZOF dilakukan Praktek berJOTA melalui Komunikasi  Satelit LAPAN/A2 ORARI IO86.






Station JOTA YB0S KWARNAS

Jambore On The Air (JOTA) Oktober 2018 saya mengikuti sebagai Operator HF dan Komunikasi Satelit LAPAN/A2 ORARI IO86 di Station JOTA Kwartir Nasional Gerakan Pramuka/KWARNAS di Cibubur , Jakarta Timur.




Team YE0HQ IARU HF Contest 2017

Mengikuti kontes tingkat dunia, seperti IARU HF Contest 2017 menjadi kebanggan tersendiri. Team IARU HF Contest 2017 dari ORARI Pusat dengan Callsign YE0HQ mengikuti event tersebut.






Arduino CW Beacon

Setelah laaammaa tidak melakukan eksperimen, kembali diawal bulan Nopember 2018 saya mencoba melakukan eksperimen yaitu: membuat Beacon CW dengan Arduino UNO.

Setelah sked code arduino beaconnya .. maka langsung dicoba dan BERHASIL dengan menancapkan LED merah pada out no.13 (+) dan GRD(-) di blok Arduino UNO, terlihat LED berkedip sesuai Tone CW yang diprogram.

Aplikasi Beacon CW ini bisa untuk Beacon ARDF, Beacon Slalom Test dan untuk pengembangan bisa untuk muatan CUBESAT/satelit mini dengan menambahkan RF Modul di Frek 433MHZ (eksperimen berikutnya)



Jumat, 31 Agustus 2018

Emergency Communication for Lombok via Sat IO-86 / LAPAN A2 - ORARI





Emergency Communication for Lombok via Sat IO-86 / LAPAN A2 - ORARI 
YB∅Z dengan YD2FTC/9 Lombok Island
Pass 29082018
Start time 1242 UTC
Duration 14,1 min
Max elev 62,9°
Grid loc OI51uu
video direkam oleh OM Adil-YD3HNL Trenggalek Jawa Timur

Kamis, 21 Januari 2016

Monitor SO-50 (SaudiSAT)

SAUDISAT-1c (S0-50)
Satelit SO - 50 membawa beberapa eksperimen , termasuk mode J FM, eksperimen repeater amatir yang beroperasi pada frekuensi 145,850 MHz uplink dan downlink 436,800 MHz . Repeater ini disediakan untuk amatir di seluruh dunia, dan sebagai pembatas pemakaiannya , maka satelit ini menggunakan tone 67,0 Hertz pada uplink . SO - 50 juga memiliki timer 10 menit yang harus diaktifkan sebelum digunakan . Cukup transmit selama 2 detik dengan tone 74,4 untuk mengaktifkan timernya .

Repeater terdiri dari miniature penerima VHF dengan sensitivitas -124dBm , memiliki bandwidth IF sekitar 15 KHz . Antena penerima adalah 1/4 gelombang,  dipasang secara vertikal di sudut atas satelit tersebut . Audio yang diterima akan difilter dan dikondisikan kemudian masuk dalam kontrol elektronik utama  sebelum  dipemancarkan melalui transmiter UHF, 250mW . Antena downlink adalah 1/4 gelombang yang dipasang di sudut bawah satelit dengan kemiringan  45 derajat.

uplink :
    145,850 MHz ( 67,0 Hz PL Tone )
downlink :
    436,800 MHz
Fitur:
    FM Repeater
    Percobaan lain : Unknown
/

Pengenalan Komunikasi Menggunakan Satelit - JOTA JOTI 2015, Cibubur

Dalam giat JOTA-JOTI Internasional tahun 2015 di Cibubur, om Andy Sitaniapessy, YC0MVP, seorang penggiat Amateur Satellite dari AMSAT-ID berpartisipasi memberikan presentasi pengenalan komunikasi satelit.
Komunikasi satelit Amateur Radio merupakan kegiatan yang terhitung masih baru dan belum banyak digeluti oleh anggota ORARI sampai saat ini. Presentasi AMSAT-ID dalam giat JOTA-JOTI 2015 yang berlangsung dari tanggal 16 hingga 18 Oktober di bumi perkemahan Cibubur tersebut bertujuan mensosialisasikan AMSAT kepada adik-adik PRAMUKA tentang kemajuan teknologi komunikasi yang ada pada ORARI.

Minggu, 15 November 2015

Merakit M2 Antenna


Diawal bulan November 2015 saya berkesempatan merakit antena builtup milik OM Hakim-YB0AN , antena yang konon harganya cukup mahal dan ini masih di import dari negara sebelah.

Untuk antena M2 pertama yang saya rakit adalah VHF , setelah selesai dirakit dialukan tune untuk mencari resonansi agar didapat SWR terendah dengan menggeser plat alumunium di gamma-match.




Sedangkan untuk antena M2 yang kedua saya merakit UHF ,setelah dirakit ditune didapat SWR yg cukup rendah 1,7:1