Kamis, 26 April 2012

Menghidupkan Radio Tua Yaesu FT-901DM


YAESU FT-901DM

Pertengahan bulan april 2012, saya mendapat amanat dari seorang Amatir Radio senior, untuk menghidupkan kembali sebuah radio tua produksi era tahun 1970an ,jika ditaksir kira-kira usianya 40 tahunan, cukup tua untuk sebuah peralatan elektronik. Radio tua tersebut dari produk Yaesu dengan tipe FT-901DM. Kondisi fisik radio masih cukup baik, tidak banyak korosi di body utama, cover atas bawah cat masih original, hanya knop depan sudah ada beberapa yang diganti tidak oroginal lagi, komponen dalam masih utuh belum pernah di oprek , di cover atas ada catatan kecil dari perusahaan Yaesu Services 2001 dan services berikutnya 2005, jadi Radio ini terakhir dihidupkan sekitar tahun 2001, jadi sudah sekitar 10 tahun tidak pernah ON. 

Segera saya hunting manual services di paman google, akhirnya dapat juga User manual Yaesu FT-901DM, setelah dicetak saya mempelajari tiap detail bagian receiver, transmiter, yang unik dari radio ini mirip dengan pendahulunya the legend of radio Yaesu FT-101, sepertinya yang mirip yaitu series FT101 ZD karena Yaesu FT-901DM dilengkapi dengan display digital frekeuensi, cukup membantu untuk zerobeat. Radio ini masih sistem VFO, untuk bagian driver menggunakan tube 12BY7A dan bagian PA menggunakan 2x6146B , power sekitar 100watt.


Langkah berikutnya, saya melepas semua knop depan, cover atas , bawah, semua knop direndam dengan air +sabun bayi, sambil disikat dengan perlahan untuk melepas kotoran dan minyak yang sudah puluhan tahun melekat di knop panel depan. Cover atas dan bawah juga di cuci kemudian semua dikeringkan di bawah hembusan kipas angin tidak langsung kena matahari. Sambil menunggu kering semua knop,cover , saya lakukan pemeriksaan awal bagian dalam, semua masih komplit tidak ada yang dikanibal, pemeriksaan saya lanjutkan ke bagian blok driver, saya cabut tube driver 12BY7A, saya periksa emisi dan fisik tube masih cukup baik, saya bersihkan dengan contact cleaner bagian soket kaki tube dan daerah sekitar driver ini. Pemeriksaan saya lanjutkan ke blok paling rawan, yaitu blok PA dimana terdapat 2 buah tube idola saya RCA 6146B, dengan sangat hati2 saya cabut klem yang diseri dengan R-100ohm dengan 4 lilitan di kepala anoda, saya tarik badan tube 6146B, saya periksa fisik emisi sudah hampir habis, fisik lampu masih cukup baik, tube yang satunya juga saya periksa, akhirnya semua saya pasang kembali semua knop, cover atas bawah, tube 6146B, setelah semua terpasang kembali, saya lakukan pemeriksaan akhir, memastikan bahwa semua terpasang sesauai aslinya. Kabel power saya pasang kemudian dengan perlahan saya ON kan saklar power di radio...Byarr...lampu display meter menyala sebelah, digital display manyala lengkap, lampu knop warna biru juga menyala, tapi kok..tidak ada suara yang terdengar????


Saya lakukan pemeriksaan lebih detail di telusuri dari blok audio, tidak ada masalah, saya periksa saklar -saklar di off-on kan ternyata ada satu saklar yang macet jika saklar ini digetok pelan audio muncul ...nah ini dia...masalahnya, segera saya semprotkan contact cleaner ke semua saklar, saya semprotkan juga minyak mesin jahit Singer ke saklar-saklar ini, segera saya ON kan saklar power ....taarraa....wuuuzzzz..krotokk..krotok...akhirnya radio ini bersuara juga ...he..hee..tapi audionya sember ya...dan masih tertahan seperti kegencet sesuatu,saya periksa tombol-tombol depan ..ada satu tombol ATT jika ditekan ..suara melemah dan jika dilepas suara keras..segera saya semprot dengan cleaner dan minyak mesin jahit...hasilnya ..Audio terdengar Bening..meter signal bergerak-gerak ...wahh..masih ada suara yang sember jika volume dibesarkan...segera saya balik radio saya buka cover bawah ...saya periksa Speaker ...ternyata ...speaker sudah sobek sana-sini termakan usai ...saya pakai ekstra speaker ...dan ...wuuuzzz...audio terdengar bening dan jernih...saya biarkan radio On beberapa jam untuk memaaskan komponen tua nya, ibarat mobil tua ..biar oli melumasi bagian mesin yg sudah tua. Kemudian saya pasang antenna dan mencoba memonitor beberapa rekan amatir di band 40m pada frekuensi 7.070Mhz, saya dial knop ..kiri kanan..mencari audio yang pas ...diperhatikan ternyata VFO down 3Kc setelah radio dipanaskan 1 jam lebih, jika monitor di 7.070Mhz maka On Display akan terlihat pada 7.06.30. Sepertinya VFO harus di re-tune/kalibrasi ulang .

Setelah langkah Receiver sudah tidak ada masalah, langkah berikutnya saya memeriksa bagian Transmiter, saya pasang SWR-Power dengan Dummyload homebrew 100watt, dial frekunsi pada 7.100Mhz , saklar Heater saya On kan ...wah ..ternyata kipas blower di bagian belakang tidak berfungsi, body terasa panas setelah saklar Heater di on kan, segera saya periksa Kipas Blower oroginal dari radio ini, ternyata sudah Soak ...segera saya cabut blok Blower ini, saya ganti dengan kipas 12V bekas Komputer ..wuuuzzz..terasa hawa panas tersedot keluar ...body menjadi dingin kembali. Kemudian saya atur knop PLATE...mencari DIP ..putar sana-..putar sini..saya tekan tombol TUNE ...jarum power meter naik ...power hanya 20watt saja...kok kecil amat ya..pikir saya...apa ada yg salah tune...saya pindah band ke 80m , dial pada 3.800Mhz...putar knop sana-sini ..power juga hanya 20watt saja ..ada apa ???? Saya Off kan power...buka cover atas ...setelah agak dingin saya cabut tube Final 2x6146B ...mungkin saja tube ini sudah habis powernya, saya ambil stok tube 6146B bekas tapi emisi masih cukup , segera saya ganti tube lama dengan yang baru (bekas). Setelah terpasang semua, saklar power saya ON kan ...saklar HEATER saya ON kan..setelah menunggu filament sudah cukup panas, dial frekunsi saya pindah ke 7.100Mhz, saklar TUNE saya pencet...putar knop sana-sini ...wah..lumayan power bisa nendang 60watt di band 40m, saya pindah ke band 80..Tune..power masih sekitar 60watt, saya pindah ke band atas di 20 dan 15 ..power rada drop hanya 30watt saja ...jadi dapat disimpulkan bahwa Power tidak merata di semua band, harus Re-Tune /Kalibrasi ulang dibagian Transmiter ini, terutama Bias tube Final 2x6146B, driver 12BY7A .


Akhirnya saya lepas Dummyload, saya pasang antena Dipole ke radio, saya coba monitor rekans amatir di 7.070Mhz, ...Mike Victor Papa ...dispasi saya mencoba QSO perdana dengan FT-901DM, diterima oleh rekan dari Sukabumi dengan report 59+10 ..hanya frekeunsi bergeser cukup jauh 4kc  ...diatas...segera saya informasikan bahwa saya sedang mencoba radio tua Yaesu FT-901DM, akhirnya beliau maklum frekeunsi didial agak ke atas unutk mendapatkan audio cukup yang sempurna ..QSO saya akhiri dengan mengucapkan terima kasih ..sudah berkenan memberikan report. Malamnya saya coba untuk QSO pada NusNET di 7.055Mhz, NCS dari kalimantan, diterima 59 saja...cukup puas. Esok hari saya laporkan kondisi radio tua ini ke Senior saya.

Demikian kegiatan saya menghidupkan lagi radio tua Yaesu-FT-901DM, untuk bebebrapa hari saya monitor rekans amatir CQ DX cukup bagus RX radio ini, terdengar rekan dari Eropa dan Australia , segera radio tua ini akan di kembalikan ke pemiliknya.

Yaesu FT-901DM setelah di bersihkan dan di hidupkan kembali .


Video Liputan Uji Coba Yaesu FT-901DM setelah di maintenance



Yaesu FT-901DM setelah di bersihkan dan di mantenance kembali..Bungkus siap dikirim ke pemiliknya



Senin, 12 Maret 2012

Eksperimen Homebrew T2FD 14Mhz (Lanjutan)

The T2FD (Tilted Terminated Folded Dipole) is a general-purpose shortwave antenna developed in the late 1940s by the United States Navy.[1][2] It performs reasonably well over a broad frequency range, without marked dead spots in terms of either frequency, direction, or angle of radiation above the horizon.
Although inferior in electrical terms [3] to antennas specifically designed for given frequency bands, or optimized for directionality, its all-around performance, relatively modest size, low cost, and the fact that it does not require any complex electronic matching to operate with a standard shortwave transmitter, have made it popular in professional shortwave communications.
Also, since the late 1980s, amateur radio operators and hobby shortwave listeners have 'rediscovered' this antenna, especially for broadcast receiving and for amateur two-way modes such as Morse Code and PSK31 where brute force performance is not as important as a 'steady' signal. There have also been (disputed) claims that this antenna is comparatively insensitive to man-made radio interference, making it useful in urban environments, where a low noise floor is often more beneficial than high received signal strength. The T2FD is useful for hidden indoor systems, or where several optimised frequency-specific antennas cannot be accommodated. For example: an indoor antenna only 7 metres long will allow operation on all amateur HF bands above 14 MHz on transmit, and down to 7 MHz on receive.

Eksperimen Sebelumnya lihat KLIK disini :

Meneruskan eksperimen yang GAGAL tempo hari, antena T2FD yang direncanakan bekerja pada 14.00mhz s/d 14.150 Mhz (hanya ini alokasi sesuai UU.untuk kelas YC di 14Mhz).ternyata meleset dari yang direncanakan, maka pada kesempatan ini eksperimen tsb dilanjutkan kembali.

Analisa kegagalan eksperimen tempo hari disebabkan pemakaian balun yang kurang tepat sehingga tidak didapatkan resonansi yang sesuai. Hasil pencarian di google didapat gambar Balun 6:1 seperti gambar dibawah ini:






Setelah dibuatkan Balun seperti gambar, antena dirakit kembali , dengan memakai Resistor 680Ohm 5 watt yang di paralel maka di peroleh Resistor sekitar 300Ohm.(R-terminator)


 
 Resistor 680Ohm 2x diparalel jadi 340Ohm/5watt dan BALUN Homebrew 6:1



Antena T2FD 14Mhz yang telah selesai dirakit siap untuk dipasang


Feedpoit 3m dari ground sementara Tune di dalam rumah karena Cuaca Buruk/Hujan Gluduk


Antena T2FD 14Mhz yang telah terpasang dilakukan tune untuk melihat SWR terendah



 SWR terendah didapat dari 13.900Mhz s/d 14.700 Mhz


Pada Frekeunsi 14.300 Mhz di peroleh SWR yang rendah.



Implementasi
Pemasangan antena dilaksanakan pada hari minggu 11 maret 2012, sore hari cuaca mendukung cukup cerah, menggunakan pipa 1inch (1/4Lambdah untuk 14Mhz) feedpoit dipasang pada top pipa, bentangan sisi kiri kanan dibuat inverted-V , ujung bentangan diikat di tembok seadanya sekitar 2m dr tanah. Setelah pemasangan selesai, dilakukan ujicoba memancar, bandwidth cukup lebar dari 13,900mhz- 14.200mhz, SWR 1:1, ternyata dari 14.200- 14.700mhz eehh..malah SWR zender/tilem/bobo.
Karena waktu sudah masuk magrib...maka eksperimen diakhiri  segera turun dari atap rumah pas berkumandang adzan magrib. Sambil menikmati secangkir teh hangat..mencoba monitor di 14,275..ada stasiun JA lg CQ signal cukup bagus 5-7 dengan level noise cukup rendah. Monitor Nusantara-Net di 7.055Mhz, low noise dengan signal 59

next...Eksperimen T2FD untuk 40m ..sudah dicorat-coret ...balun yg dipakai sekitar 16:1 dan Resistor yang dipakai sekitar 900ohm (10Kohm 11 biji diparalel) atau 800ohm (8,2Kohm diparalel 10biji)...to be Continued !!! smoga cuaca cerah mendukung !

Sabtu, 17 Desember 2011

Homebrew Antena 1x5/8 lamdha FM 107,7Mhz

Tower Antena yang Rusak diterjang Angin Puting Beliung

Pada hari jumat tanggal 9 Desember 2011 terjadi hujan es disertai angin kencang yang melanda kawasan Cibubur sekitarnya, mengakibatkan Tower Antena Scout Radio 107,7FM , radio komunitas  Pramuka , rubuh diterjang angin badai. Akibat dari kejadian itu maka Scout Radio tidak dapat menyiarkan siaran, tindakan darurat agar Scout Radio harus tetap mengudara maka di buat sebuah antena darurat , dipilih 1x5/8lambda.
Teoritis perhitungan antena sbb:

1. Mencari panjang gelombang teoritis (lambdha) dengan rumus :

Lambdha=C/Frek x 0,95
lambdha = 300 / 107,7mhz x 0,95
lambhda = 2,645

2. Panjang stik antena 5/8 dihitung :

5/8 Lambdha = 5/8 x 2,645
                          = 0,625 x 2,645
                          = 1,653m

3. Panjang radial ground dihitung :

Radial 1/4Lambdha = 1/4 x 2,64
                                      = 0,25 x 2,645
                                      = 0,66m

4. Untuk loading Coil digunakan kawat email 2mm dililitkan pada koker PVC 1inch, dengan banyak lilitan 5 lilitan , untuk SWR terendah , penempatan iner dicari dengan men-Tap pada lilitan .

Hasil perhitungan diatas diimplementasikan dengan eksperimen , hasilnya sbb :
1. Panjang stik 5/8Lambdha 1,58m
2. Loading Coil 5 Lilitan Tap di 3,5lilitan
3.  Radial 4 elemen panjang 0,66m
4. SWR menunjukkan 1,2



 Radial 1/4Lambdha
 Loading Coil

Antena 5/8 Lambdha pada Frekuensi 107,7 Mhz

Selasa, 24 Mei 2011

Homebrew 6m-50Mhz Moxon Antenna


1.Perencanaan:
Direncanakan Moxon antenna ini akan di match bekerja pada 50.100Mhz .
Panjang Total kabel Director : 215mm+28mm : 243mm
Panjang Total Kabel Reflektor : 215mm+41mm : 256mm

2.Konstruksi
Rangka antenna Moxon direncanakan memakai pipa PVC , dengan feedpoint sekitar 6m dari ground.

Jumat, 20 Mei 2011

Homebrew "The Magic Band." 6m-50Mhz Delta Loop Antenna

 
1. Perencanaan  :

Frequency : 50.100 MHz
Lambda = (300/50.100) = 5.98m of  2.5mm  wire NYA (kabel serabut)
Quarter wave 75 Ohm matching transformer (velocity of 75 Ohm TV coax = 0.85) = (75 / 50.100) x 0.85 = 1,27m of 75 Ohm coax.

2. Konstruksi
Kabel memakai NYA serabut 2,5mm sepanjang 6m
Kabel transformer memakai kabel TV 75ohm sepanjang 1m
Kabel Koax RG-58 untuk ke radio 10m
Feedpoint memakai pipa PVC 1/2inch sepanjang 20cm
 Delta Loop 6m-50Mhz
 Feedpoint Antena Delta loop dengan Transformer Kabel 75Ohm
Antenna Delta Loop 6m-50Mhz selesai dirakit

3. Implementasi :

Tanggal 21 Mei 2011 sore hari yang sejuk , antena Delta Loop 50Mhz dipasang.
Elemen antena dibuat sepanjang 6m, Feedpoint diletakan pada sisi horisontal  , setelah di tune , SWR posisi 1:1 pada sekitar 49.00Mhz, elemen antena Kepanjangan,  dilakukan pemotongan elemen kabel sepanjang 10cm, sehingga elemen antena menjadi total panjang 5,90m setelah ditune lagi diperoleh SWR 1:1 pada center frekuensi 50.100 dan bandwidth antena rentang dari 50.50 sampai 50.250 Mhz, cukup baik untuk frekeunsi kerja DX CW/phone pada magic Band.

Eksperimen diakhiri pada pukul 17:30 WIB, saat matahari sore mengelincir di cakrawala barat, saat nya turun dari Atap rumah, sambil menikmati sereal hangat, mencoba RX pada magic band ..dial..50.00 ...truss..50.100....trus...50.110...truss

Yach...namanya juga magic Band ....kebanyakan desis noise aja pada mode USB atau FM, menanti Band Open melihat pada DX Cluster.

 Posisi Feedpoint  di sudut horisontal dan Kabel 75ohm ke kabel koax 50m
 Antena Delta Loop 50Mhz

 Antena Delta Loop 7Mhz, Delta Loop 50Mhz dan Hy-Gain 145Mhz stasiun YC0MVP
 Posisi SWR pada 50.100Mhz
The Magic Band 50.100Mhz..ready for DX but Band was Closed ...!!


4. Hasil QSO :
1.

Sabtu, 23 April 2011

Kramatjati Hamfest 2011- Stand QRP-HRC Indonesia

Banner Stand QRP-HARC Indonesia
Senior HARC Indonesia


Laporan pandangan mata Om Daryono :

Kramat Jati Hamfest sudah dimulai... Seharian kemarin saya nongkrong di stand QRP-HARC, ada beberapa hal yang menarik bagi saya :

- Om Sudarmono (YB1CYD) mendemokan SDR(Software Defined Radio)  Receiver hasil rakitannya dan menjelaskan dengan gamblang apa itu SDR dan keunggulan2 nya misalnya filter yang dengan mudah diatur bandwidthnya, notch filter yang tidak hanya 1 frekuensi dll. Yang sangat menarik adalah hasil record/saved yang kalau dimainkan ulang kita bisa men "tuning" ulang karena yang di save adalah spectrum frekuensi ( dengan kelebaran dari 44kHz sd 192kHz tergantung soundcardnya). Ternyata membuat SDR Receiver itu tidak sulit... selain itu softwarenya bisa didownload gratis.

- Om Indra (YD1JJJ) dengan HF Transceiver "Blekok"nya yg istimewa karena menggunakan IF yang jarang sekali para homebrewer coba yaitu 72,5MHz. Juga sudah "SDR Ready" karena sudah dilengkapi dengan " I-Q Detektor" yang diperlukan untuk keperluan SDR.

-Om Eriza (YB0BAJ) ikut memamerkan HF Linear Amplifier Mosfet dengan output cukup besar yaitu 1 Kilowatt, sangat kompak , dengan komponen yang bisa didapat di pasaran..... ssssttt YD dan YC belum boleh pakai .....hi hi hi

-Ada juga antenna RoomCap 80 meter vertikal , buatannya Om Ferry (Yc1COZ) cocok untuk yang punya lahan terbatas....

_Om Solihin(YC1BVK) dengan antenna mobile 40 meter bikinannya dengan konstruksi yang bagus sehingga L nya dibuat semi air core . Juga ikut dipamerkan Antenna Analyzer , Switching Power Supply hasil karya beliau.

-YD0LOU dengan komponen2 jadul ( veriabel kapasitor , induktor , tabung....) cocok untuk penggemar tabung tinggal pilih mana yang cocok..... O ya kalau kelaparan nggak usah jauh2, bisa mampir ke stand sebelahnya karena XYL beliau buka warung........ Stand2 lainnya kelihatannya juga menarik , kemarin belum sempat jalan2 mungkin hari ini akan kesana lagi........

Demikian sekilas info........ Salam, Daryono

See you on Jakarta Fox Hamfest 2011 at Monumen Nasioanl June 18-19, 2011 !! 

Sabtu, 16 April 2011

Pembuatan Antena Ground Station Satelit Amatir

Bertempat di ORARI Dareah DKI Jakarta, pada tanggal 16 April 2011, telah dilaksanakan Pengenalan Satalit LAPAN ORARI dan Pelatihan Pembuatan Antena Grouns Station untuk Satelit Amatir.