Postingan

Monitor SO-50 (SaudiSAT)

Gambar
SAUDISAT-1c (S0-50) Satelit SO - 50 membawa beberapa eksperimen , termasuk mode J FM, eksperimen repeater amatir yang beroperasi pada frekuensi 145,850 MHz uplink dan downlink 436,800 MHz . Repeater ini disediakan untuk amatir di seluruh dunia, dan sebagai pembatas pemakaiannya , maka satelit ini menggunakan tone 67,0 Hertz pada uplink . SO - 50 juga memiliki timer 10 menit yang harus diaktifkan sebelum digunakan . Cukup transmit selama 2 detik dengan tone 74,4 untuk mengaktifkan timernya . Repeater terdiri dari miniature penerima VHF dengan sensitivitas -124dBm , memiliki bandwidth IF sekitar 15 KHz . Antena penerima adalah 1/4 gelombang,  dipasang secara vertikal di sudut atas satelit tersebut . Audio yang diterima akan difilter dan dikondisikan kemudian masuk dalam kontrol elektronik utama  sebelum  dipemancarkan melalui transmiter UHF, 250mW . Antena downlink adalah 1/4 gelombang yang dipasang di sudut bawah satelit dengan kemiringan  45 derajat. uplink...

Pengenalan Komunikasi Menggunakan Satelit - JOTA JOTI 2015, Cibubur

Gambar
Dalam giat JOTA-JOTI Internasional tahun 2015 di Cibubur, om Andy Sitaniapessy, YC0MVP, seorang penggiat Amateur Satellite dari AMSAT-ID berpartisipasi memberikan presentasi pengenalan komunikasi satelit. Komunikasi satelit Amateur Radio merupakan kegiatan yang terhitung masih baru dan belum banyak digeluti oleh anggota ORARI sampai saat ini. Presentasi AMSAT-ID dalam giat JOTA-JOTI 2015 yang berlangsung dari tanggal 16 hingga 18 Oktober di bumi perkemahan Cibubur tersebut bertujuan mensosialisasikan AMSAT kepada adik-adik PRAMUKA tentang kemajuan teknologi komunikasi yang ada pada ORARI.

Merakit M2 Antenna

Gambar
Diawal bulan November 2015 saya berkesempatan merakit antena builtup milik OM Hakim-YB0AN , antena yang konon harganya cukup mahal dan ini masih di import dari negara sebelah. Untuk antena M2 pertama yang saya rakit adalah VHF , setelah selesai dirakit dialukan tune untuk mencari resonansi agar didapat SWR terendah dengan menggeser plat alumunium di gamma-match. Sedangkan untuk antena M2 yang kedua saya merakit UHF ,setelah dirakit ditune didapat SWR yg cukup rendah 1,7:1

Amateur Satelite - AMSAT

Gambar
Bertempat di eks Markas Besar Angkatan Udara (MBAU) Pancoran Jakarta Selatan, Jakarta Amatir Radio Fair (JARF) digelar dari tanggal 13-14 July 2015. Saya dan beberapa rekans yang tergabung dalam Komunitas Amatir Radio Kramatjati (KARK-Eks Lokal Kramatjati) mendirikan stand AMSAT di acara JARF 2015. Dengan difasilitasi oleh eks.Presiden AMSAT-ID , OM Hakim Satar - YB0AN, beliau mensupport smua peralatan untuk demo Komunikasi Radio via Satelite. Peralatan yang disediakn oleh OM Hakim antara lain : - Antena Crossband (VHF-UHF) lengkap dengan trimpot memudahkan rotary antena - Radio Yaesu FT 847 (HF-VHF-UHF) untuk komunikasi Satelite - Radio Icom 7200 untuk komunikasi digital Pada hari pertama tidak sempat memonitor satelite amatir yang melintas dikarena sudah diluar jam lintasan, dengan bantuan software Orbitron yang sedehana, dijadwalkan besok pagi akan dipantau lagi lintasan satelite yang melintas wilayah indonesia, ada satu satelite yang melintas AO-7 milik Saudi, wak...

Tentang Ground

GROUNDING Karena didunia radio , grounding itu ( menurut tujuan / fungsi nya ) bisa dibagi menjadi 2 kelompok , meskipun kedua duanya sama2 berkaitan dengan ground / arde / pentanahan : 01 .RF GROUNDING Grounding yang ditujukan untuk “memperlancar” / memperbaiki rambatan ( penerimaan / pancaran / distribusi ) signal RF / gelombang radio , kita kelompokkan kedalam bahasan RF grounding. Untuk RF grounding disini tidak hanya hal2 yang menyangkut grounding yg sebenarnya ( yang terhubung secara langsung melalui penghantar , kedalam tanah ) namun grounding tiruan / artificial grounding / counterpoise dsm yang tidak terhubung secara langsung ketanah juga termasuk didalamnya. Meski penghantar2 berbentuk radial ( maupun jala2 / kisi2 / grid ) disini tidak dihubungkan ke arde , tetapi bagi gelombang RF itu sudah cukup bisa “menjembatani” kelancaran dan memperbaiki rambatan RF “terhadap” / yang melalui tanah. 02 .DC GROUNDING Kelompok kedua adalah DC grounding. DC grounding selalu ...

Ngoprek Radio Perang

Gambar
Sambil ngabuburit mengisi waktu, saya mendapatkan rongsokan 2 unit Radio perang jenis manpack Racal PRM-4021 dari teman Amatir Radio , yang kondisinya MATI total, body box radio sudah lecet sana sini saya repaint lagi dengan cat green army, knop chanel untuk dial frekuensi satu knop hilang ...yang lainnya masih cukup baik kondisinya. Cover box alumunium penutup blok Synteziser dan blok Transceiver saya buka terlihat smua parts masih terlihat utuh, Blok Power Amp saja terlihat TR Final sudah pernah diganti tidak original dari Racal (aslinya pakai AR711548) pushpull yang ada dipkai yaitu 2SC2395 Thosiba, power tetap sama hanya 20watt saja pada posisi High dan low 5watt saja. Segera saya lakukan cek smua jalur PCB, cek tegangan... ternyata ada tegangan tidak normal pada IC regulator ML18, tegangan droop smp 7,6V saja, harusnya normal operasi adalah 8volt. Saya segera cabut IC regulator ini, karena tidak ada lg komponen jenis ini dipasaran saya ganti dengan IC regulator biasa saja IC...

Antena MiniDipole monoband 40m/7MHz

Gambar
Minggu akhir Juni menjelang memasuki bulan Ramadhan 1435H, saya bersama om Jeff-YC0LOU melakukan eksperimen antena dipole yang dibuat mini/short dengan center loading yaitu Mini Dipole di band 40m/ 7MHz. Skema design antena ini banyak di internet dengan keyword budipole,shortdipole di mesin pencari google.com, maka akan dijumpai banyak sekali design dari tipe antena ini. Hasil eksperiemen antena MiniDipole ini cukup memuaskan dengan SWR rendah rentang frekuesi dari 6.950MHz sampai 7.050MHz, cukup lebar ya. Antena posisi 6m dari grounded ( tanah) dengan hasil QSO dengan rekan2 dari jawa tengah, jawa timur, Lampung, jawa barat.